Cikal Bakal Berdirinya Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo

 Pesantren di Indonesia sudah lama menjadi tempat belajar agama Islam yang menggunakan tradisi dan kearifan daerah. Salah satu pesantren yang terkenal adalah Pesantren Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan pada tahun 1908 dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan sejarah Nahdlatul Ulama (NU).

Pesantren sukorejo ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan pelatihan keterampilan tradisional serta mengenalkan budaya lokal. Siswa di sini belajar mengenali adat istiadat setempat sekaligus memahami nilai-nilai Islam dengan baik. Karena itu, pesantren menjadi tempat belajar yang menyeluruh, membentuk generasi yang memiliki pengetahuan agama yang baik sekaligus terhubung dengan akar budayanya.

Pesona Malam Pondok Pesantren Sukorejo


Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Sukorejo

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah di Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, telah menghasilkan para santri yang menjadi pendorong perubahan di masyarakat. Santri-santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah di Sukorejo telah menjadi tokoh-tokoh yang terkenal dan berpengaruh di lingkungan masyarakat.

Banyak santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah di Sukorejo yang menjadi guru, anggota TNI, polisi, pakar akademik, dokter, anggota DPR, pengusaha, dan kyai. Banyak orang tidak menyadari bahwa perjalanan Kiai As'ad Syamsul Arifin dalam mendirikan pondok pesantren ini penuh dengan tantangan dan kesulitan.

Pendirian Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Sukorejo tidak terlepas dari peran penting Kiai Haji Raden As'ad Syamsul Arifin, seorang tokoh keagamaan yang berjuang keras. Kiai As'ad Syamsul Arifin lahir pada tahun 1897 di Mekkah dan wafat pada tanggal 4 Agustus 1990 di Situbondo. 

Pada usia 93 tahun, ia menjadi tokoh penting dan ulama terkenal dalam pendirian Nahdlatul Ulama. Ia adalah orang yang memberikan pesan berupa tongkat yang dilengkapi ayat-ayat Al-Qur'an dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH. Hasyim Asy'ari, yang menjadi awal dari pendirian Nahdlatul Ulama.

Hingga wafatnya, beliau menjabat sebagai anggota pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan juga sebagai pemimpin Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Situbondo. Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 9 November 2016 berdasarkan Keputusan Presiden No. 90/TK/2016.

Menurut sebagian masyarakat, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Sukorejo didirikan pada tahun 1908. Setelah mendapat restu dari Habib Musawa dan Kiai Asadullah dari Semarang, Kiai As'ad Syamsul Arifin membangun pesantren itu di lahan kosong yang ditinggali satwa liar. Pemilihan lahan itu berdasarkan hasil istikharahnya. Kini pesantren tersebut menjadi pusat perubahan dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat sekitar.

Tokoh Tokoh Pengelola Pondok Pesantren Sukorejo.

Setelah memahami sejarah pendirian Pondok Pesantren Sukorejo, mari kita pelajari lebih lanjut siapa saja yang bertanggung jawab dalam mengelola lembaga tersebut. Jika kamu tertarik, lanjutkan membaca artikel ini hingga akhir.
  • KH. As'ad Syamsul Arifin
KH. As'ad Syamsul Arifin adalah seorang tokoh besar dalam dunia keagamaan dan pahlawan nasional. Ia adalah pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, yang terletak di Asembagus, Situbondo. Beliau lahir pada tahun 1897 di Mekkah dan meninggal pada tanggal 4 Agustus 1990.
KH, As.ad Syamsul Arifin


Beliau berperan penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama (NU) dengan menyampaikan Khutbah Syushlidat NU. KH Hasyim Asy'ari juga merupakan tokoh yang terlibat aktif dalam perjuangan melawan penjajahan dan dalam menetapkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Kiai As'ad bersama ayahnya, Kiai Syamsul Arifin, membuka hutan di Sukorejo, Asembagus untuk membangun pesantren Salafiyah Syafi'iyah. Pesantren tersebut kemudian berkembang pesat dan menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia.
Photo Kiai As'ad Syamsul Arifin
  • KH. Fawaid As'ad

KH. Fawaid As'ad (juga dikenal sebagai Ahmad Fawaid As'ad Syamsul Arifin) adalah seorang ulama dan pemimpin di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo. Ia putra dari KH. As'ad Syamsul Arifin, pendiri pesantren tersebut, dan menjabat sebagai ketua pesantren selama 22 tahun. KH. Fawaid As'ad dikenal sebagai sosok yang berani, gigih dalam berjuang, dan memiliki kepemimpinan yang kreatif, tidak hanya di kalangan masyarakat umum, tetapi juga di antara para mahasiswa dan alumni IKSASS.
KHR. Fawaid As'ad Syamsul Aridin

  • KH. Ahmad Azaim Ibrahimy
KH. Ahmad Azaim Ibrahimy lahir pada tanggal 25 Januari 1980 di Desa Sukorejo, Kota Situbondo, Jawa Timur. Ia adalah seorang ulama yang dermawan dan saat ini menjabat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo. Beliau adalah anak dari KH. Dhofier Munawar dan Nyai Hj. Zainiyah As'ad. Ia juga adalah putra pertama dari KH. R. As'ad Syamsul Arifin, pendiri pesantren tersebut. Dengan demikian, KH. Azaim merupakan cucu langsung dari KH. As'ad Syamsul Arifin.
KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy

Pendidikan yang tersedia di Pondok Pesantren Sukorejo

Pesantren Salafiyah Syafi'iyah di Sukorejo, Situbondo, memiliki sistem pendidikan yang menggabungkan pelajaran agama dan pelajaran umum. Pesantren ini menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi melalui lembaga resmi dan non-formal seperti SMP, SMA, dan Universitas Ibrahimy. 
Selain itu, pesantren ini juga menyediakan program khusus untuk menghafal Al-Qur'an, pendidikan vokasi, serta kegiatan non-formal seperti program buku satu jam yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa.

Penutup

Begitulah cikal bakal berdirinya pondok pesantren sukorejo, jika anda berminat untuk mondok, rekomendasi terbaik ialah pondok pesantren sukorejo, terimakasih telah membaca artikel ini dengan seksama.



Komentar