Pondok Pesantren Al-Amien- Jawa timur merupakan provinsi yang paling banyak memiliki pondok pesantren, salah satunya ialah pondok pesantren Al-amien predunan sumenep madura. Pondok pesantren ini sudah banyak di kenal di berbagai daerah di jawa timur, bahkan sudah di kenal di berbagai provinsi.
Pondok Pesantren Al-amien ini didirikan oleh hadratussyekh Sekhona khotib de desa preduan, sumenep, madura. Awal berdirinya pondok pesantren ini hanya sebatas surau kecil yang disebut dengan congkop.Pondok Pesantren Al-amien
Sejarah Berdirinya Pondok pesantren Al-Amien
Seperti yang di tuliskan di atas, awal mula pendirian pondok pesantren al-amien ini di awali dengan membangun surau kecil. Nah dari situlah semakin berkembangnya zaman, surau kecil ini berubah menjdai sebuah pondok pesantren.
Setelah Kiai Chotib pergi, kegiatan pendidikan Islam di Prenduan kembali meriah karena Kiai Djauhari, anak bungsu Kiai Chotib, kembali dari Mekkah setelah beberapa tahun belajar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan para ulama. Ia pulang bersama istrinya yang dicintai, Nyai Maryam, putri Syekh Al-Mukaromah di Mekkah.
Setelah kembali dari Mekkah, KH. Djauhari tidak langsung membuka kembali pesantren untuk melanjutkan jejak ayah tirinya. Ia merasa masyarakat Prenduan yang sebelumnya telah dibimbingnya perlu diperbaiki dan dibina terlebih dahulu, karena masyarakat tersebut terpecah belah akibat permasalahan kependetaan yang semakin rumit.
Pada akhir tahun 1950-an, Mathlabul Ulum dan Tarbiyatul Banat mencapai masa puncaknya. Keduanya terkenal di seluruh Prenduan dan sekitarnya. Namun sayangnya, komunitas Muslim saat itu yang sedang diliputi gejolak dan perpecahan politik, memberikan dampak besar terhadap Mathlabul Ulum dan Tarbiyatul.
Pendidikan yang Ada di Pondok Pesantren Al-amien
Beberapa pondok pesantren memiliki lembaga pendidikan tersendiri, sama halnyadengan pondok pesantren Al-amien prenduan, mulai dari tarbiah Muallimin al-islamiah atau di singkat TMI, untuk jenjang pendidikan tingkat menengah, sampai universitas al islamiah prenduan atau lebih dikenal UNIA Prenduan. Berikut Lembaga-lembaga pendidikan tersebut:
Tarbiah Muallimin Al-Islamiah ( TMI )
Pertumbuhan populasi memengaruhi peran Tarbiyatul Mu'allimien al-Islamiyah (TMI) sebagai lembaga pendidikan menengah tertua di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. TMI—meskipun struktur organisasinya sederhana—didirikan pada pertengahan tahun 1959 oleh Kiai Djauhari Chotib, pendiri dan pengurus pertama Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.Tarbiyatul Mu'allimien al-Islamiyah (TMI)
Study dan Jenjang Pendidikan
TMI adalah lembaga pendidikan yang menyediakan pendidikan dasar dan menengah, sama seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). TMI memiliki dua jenis program pendidikan:
- Program reguler yang diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar (SD/MI) yang sudah menyelesaikan enam tahun sekolah.
- Program intensif untuk siswa lulusan sekolah menengah (SMP/MTs) dengan durasi studi selama empat tahun.
Selain kedua program tersebut, TMI juga menyelenggarakan kelas persiapan (Syu'bah Takmiliyah) bagi siswa yang belum lulus ujian atau belum memenuhi syarat untuk masuk kelas satu. Kelas persiapan ini terbagi menjadi dua jenis: Syu'bah Tamhidiyah untuk siswa SD/MI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar, dan Syu'bah I'dadiyah untuk siswa lulusan SMP/MTs.
Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA Prenduan)
Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA Prenduan) adalah perguruan tinggi yang berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Awalnya, pada tahun 1980, pimpinan Pondok Pesantren ingin mendirikan sebuah pesantren sebagai kelanjutan dari Tarbiyatul Mu'allimien Al-Islamiyah (TMI).
| Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA Prenduan) |
Pada tahun 1985, Pondok Pesantren Al-Amien berubah menjadi Sekolah Tinggi Dakwah Islam (STIDA). Dan secara resmi didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 1989 tentang pemberian status registrasi program sarjana (S1) kepada Fakultas Ilmu Dakwah Al-Amien Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Prenduan Sumenep, di Kota Madura, pada tanggal 19 Februari 2017.
Penutup
Itulah Fakta fakta informasi seputar pondok pesantren AL-amien prenduan, sumenep, madura, tempat pendidikan yang menggabungkan ilmu sosial dan ilmu agama secara merata, dan menjadi pesantren terbesar di daerah sumenep madura jawatimur.
Komentar