Pondok Pesantren Wali Songo, yang disingkat PPWS, didirikan pada tahun 1993 oleh KHR. MOH KHOLIL AS'AD setelah ia pulang dari menuntut ilmu di Mekkah pada tahun 1991. Beliau adalah anak dari Kh. AS'AD SYAMSUL ARIFIN, seorang ulama besar yang lahir di Mekkah dan sangat dihormati oleh kalangan Nahdliyin (umat NU).Pondok Pesantre wali Songo
Pondok Pesantren Wali songo atau disingkat PPWS berasal dari kegiatan pengajian dan majelis taklim yang dilakukan setiap malam Senin untuk masyarakat sekitar rumah Lora Kholil As'ad, serta pengajian Al-Qur'an yang diadakan setiap hari Minggu pagi bagi anak-anak usia dini. Selain itu, Lora Kholil As'ad juga aktif dalam membina mental dan spiritual melalui Ikatan Anak Jalanan (ANJAL) yang beranggotakan anak jalanan, remaja, dan pengangguran.
Latar Belakang Pondok Pesantren wali Songo
Pesantren Walisongo di Situbondo tetap tegak dan menjadi pelopor dalam dunia pendidikan Islam di tengah kota Situbondo. Pesantren ini didirikan pada tahun 1914 oleh Kiai As'ad Syamsul Arifin, seorang yang memiliki keahlian dalam ilmu keagamaan.
Sejak awalnya, Walisongo tumbuh dari sebuah tempat ibadah sederhana, dan berkembang menjadi lembaga pendidikan yang terkenal di bawah pimpinan Kiai As'ad. Beliau dikenal luas karena ilmu agamanya yang dalam dan pemikirannya yang bijak. Pesantren ini juga menjadi pusat penyebaran ajaran Islam, serta melahirkan banyak ulama dan tokoh pemimpin yang berdedikasi untuk kemajuan masyarakat.
Sistem Pendidikan di Pondok Pesantren Wali songo
Pondok Pesantren Walisongo di Situbondo menyediakan program belajar yang lengkap, yang menggabungkan pembelajaran agama dengan pelajaran umum. Kurikulumnya dibuat agar para santri memiliki pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di dunia saat ini.
Metodologi pengajaran
Metodologi pengajaran di Pondok Pesantren Walisongo Situbondo menggunakan cara mengajar yang kreatif, menggabungkan metode tradisional dan modern. Santri belajar melalui ceramah, diskusi kelompok, serta praktik langsung. Pendekatan ini mendorong santri untuk lebih aktif dalam belajar dan membantu mereka meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Kurikulum Serta Jenjang Pendidikan
Pesantren ini menyediakan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar Islam (SDI) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kurikulum yang digunakan mengikuti pedoman dari Kementerian Agama, dan ditambahkan dengan materi pelajaran lain yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya.
Kegiatan Kegiatan di Pondok Pesantren Walisongo
Pondok Pesantren Walisongo di Situbondo menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dibuat agar pengalaman belajar siswa menjadi lebih menyenangkan. Kegiatan tersebut mencakup bidang-bidang seperti agama, olahraga, seni, dan kepemimpinan, yang memungkinkan siswa untuk melatih kemampuan, bakat, serta nilai-nilai yang mereka miliki.
Kegiatan Keagamaan
Di Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo, kegiatan keagamaan dilakukan agar nilai-nilai Islam semakin kuat dan karakter para santri terbentuk dengan baik. Berikut beberapa kegiatan yang dilakukan:
- Membaca dan memahami kitab kuning untuk memperdalam ilmu agama
- Menghafal Al-Qur'an agar lebih mengerti dan menghargai kitab suci
- Belajar tentang agama secara umum agar pengetahuan agama bertambah dan kemampuan berpikir juga lebih baik.
Kegiatan Olahraga
Di Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo, ada berbagai macam kegiatan olahraga yang bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran para santri. Berikut beberapa jenis kegiatan yang dilakukan:
- Futsal digunakan untuk melatih kerja sama dalam tim, kecepatan gerak, serta daya tahan tubuh.
- Bola voli membantu meningkatkan koordinasi tubuh, kecepatan reaksi, dan refleks.
- Bola basket digunakan untuk melatih fokus, berpikir strategis, serta kemampuan melompat.
Kegiatan Kepemimpinan
Kegiatan kepemimpinan di Pondok Pesantren Walisongo (PP Walisongo) Situbondo bertujuan untuk melatih kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi para siswanya. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
- OSIS (Olympic Student Council) yang bertujuan memberikan pengalaman dalam mengelola dan mengatur berbagai acara
- Pramuka (Scouting) yang bertujuan mengasah keterampilan bertahan hidup, kerja sama dalam tim, serta semangat nasionalisme
- Rohis (Rohani Islam) yang bertujuan melatih kemampuan kepemimpinan dalam bidang keagamaan.
Sarana dan Prasana Pondok Pesantren Wali Songo
Pondok Pesantren Walisongo di Situbondo memiliki berbagai fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar para santrinya. Mulai dari Asrama yang nyaman hingga laboratorium dengan alat dan teknologi terkini, semuanya disediakan agar menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung.
asrama
Sekolah Islam ini memiliki asrama yang luas dan modern. Setiap kamar bersih serta nyaman, dilengkapi dengan tempat tidur, meja untuk belajar, dan lemari baju. Asrama juga menyediakan beberapa fasilitas tambahan seperti kamar mandi dalam, ruang tamu, dan dapur yang bisa digunakan bersama.
Perpustakaan
Perpustakaan pesantren wali songo ini menyediakan berbagai jenis buku, mulai dari buku agama hingga buku pelajaran. Di sini juga terdapat ruang baca yang nyaman serta akses internet gratis. Hal ini memudahkan para santri untuk memperoleh sumber belajar yang dibutuhkan kapan saja.
Ruang kelas
Ruang kelas di Pondok Pesantren Walisongo Situbondo dibuat agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Ruang kelas yang luas dan ada pendingin udaranya, dilengkapi dengan alat proyektor, papan tulis interaktif, serta sistem suara yang memudahkan berbagai aktivitas belajar. Dengan fasilitas tersebut, para siswa dapat belajar dengan nyaman dan lebih efektif.
laboratorium
Pondok pesantren ini juga memiliki laboratorium sains yang lengkap. Laboratorium tersebut dilengkapi dengan alat-alat modern dan bahan-bahan kimia yang diperlukan untuk melakukan eksperimen dan penelitian. Dengan adanya laboratorium ini, para siswa dapat belajar sains secara langsung dan praktis.
Biografi Singkat Pengasuh Pondok Pesantre Wali Songo
KHR. Kholil As’ad
Kiai Kholil adalah anak bungsu dari KHR. As'ad Syamsul Arifin, seorang tokoh agama terkenal yang lahir di Mekkah. Setelah mengenyam pendidikan di Mekkah pada tahun 1991, Lora Kholil As'ad kembali ke Indonesia dengan semangat untuk mendirikan sebuah institusi pendidikan yang bisa memacu pengembangan dakwah Islam, khususnya dalam konteks Ahlus Sunnah wal Jama'ah.KHR. Muhammad Kholil As'ad
Lora Kholil As'ad juga aktif memberikan bimbingan emosional dan spiritual melalui Asosiasi Anak Jalanan (ANJAL) bagi anak jalanan dan remaja yang tidak memiliki pekerjaan. Kegiatan yang dilakukan ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat Situbondo, dengan ratusan orang menghadiri pengajian dan kelompok pengajian tersebut.
Penutup
Itulah informasi seputar pondok pesantren wali songo, pesantren yang memberikan pendidikan kebudayaan serta ke islaman, serta menjadi pelopor berdirnya pondok pondok pesantre lain. Memiliki alumni santri yang taat dan menjadi bagian dari kemerdekaan indonesia.
Komentar